Jaka's Mind
Untuk memilih oli, baik itu oli samping maupun oli mesin, alangkah lebih baiknya jika kita memperhatikan standar spesifikasinya terlebih dahulu. Terdapat beberapa klasifikasi yang digunakan, di antaranya API, JASO, ISO, dan SAE.
1. API (American Petroleum Institute), bermarkas di US
Standar API meliputi daya lumas, kontrol deposit, oksidasi oli, keausan, karat dan korosi. Khusus utk oli samping mengatur daya lumas, detergency, kandungan abu & pre-ignition.
API mengatur standar oli utk mesin bensin 4 langkah, mesin diesel dan mesin bensin 2 langkah.
- Mesin bensin 4 langkah
Kodenya diawali dg “S” (Spark). Saat ini msh ada 4 klasifikasi,
SH —-> utk mesin dg teknologi
SJ —-> utk mesin teknologi 1996, spesifikasi di atas SH
SL —-> utk mesin teknologi 2001, spesifikasi di atas SJ
SM —-> yg terbaru, bisa digunakan pada mesin yang menpersyaratkan pelumas dengan spesifikasi di bawahnya (SL/SJ/SH).
- Mesin diesel
Kodenya diawali dg “C” (Carbon). Yg msh dipake adalah CF, CG, CH dan CI.
- Mesin bensin 2 langkah (Oli samping)
Kodenya diawali dg “T”. Ada 4 spesifikasi:
API TA —> sudah tdk digunakan lagi
API TB —-> spesifikasi di atas TA
API TC —-> spesifikasi di atas TB
API TD —-> spesifikasi di atas TC
2. JASO (Japanese Automobile Standards Organization), bermarkas di Jepang
JASO mengatur standar oli utk mesin bensin 4 langkah, mesin diesel dan mesin bensin 2 langkah.
- Mesin bensin 4 langkah
Ada 2 spesifikasi, yaitu MA dan MB dimana kualifikasi MB di atas MA.
- Mesin bensin 2 langkah (oli samping)
Ada 4 spesifikasi:
JASO FA —-> sudah tidak digunakan
JASO FB —-> spesifikasi di atas FA
JASO FC —-> spesifikasi di atas FB
JASO FD —-> spesifikasi di atas FC
3. ISO (International Standards Organization), bermarkas di Eropa
Mengatur standar utk banyak hal. Aq bahas yg standar utk oli samping aja. Ada 3 spesifikasi:
ISO-L-EGB —-> memiliki persyaratan yg sama dg JASO FB
ISO-L-EGC —-> memiliki persyaratan yg sama dg JASO FC, di atas ISO-L-EGB
ISO-L-EGD —-> memiliki persyaratan yg sama dg JASO FD, di atas ISO-L-EGC
4. SAE (Society of Automotive Engineers, Inc.)
Standar ini mengatur viskositas (tingkat kekentalan) oli. Hanya mengatur untuk oli mesin 4 langkah dan oli transmisi 2 langkah. Semakin besar angka indeksnya, makin kental olinya.
Ada 2 spesifikasi viskositas:
- Monograde
Oli ini hanya memiliki 1 tingkat kekentalan pada semua suhu. Contoh SAE 10, SAE 20.
- Multigrade
Oli ini memiliki tingkat kekentalan ganda/bervariasi tergantung suhu. Pada suhu dingin oli ini akan encer dan pada suhu tinggi akan kental. Contoh SAE 10W 40, SAE 20W 50. “W” adlh singkatan dari winter.
Berbeda dg standar2 yg lain, oli yg encer blm tentu lebih bagus drpd oli yg kental dan sebaliknya. Dg kata lain blm tentu SAE 10W 40 lebih baik drpd SAE 20W 50, begitu juga sebaliknya. Tergantung dari persyaratan yg diminta oleh masing-masing pabrikan utk tiap produknya.
referensi: Ninja Community